Rabu, 20 Agustus 2008

Munajat Cinta

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata itu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kah kamu ?”. Jawab titis air mata kedua itu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.
Cinta bukan mengajarkan kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajarkan kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat (Hamka)
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati dikala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.( Hamka)
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.( Mahatma Ghandi)

Jumat, 15 Agustus 2008

MEMBANGUN KOMUNIKASI KEUANGAN

"Cinta saja tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri." Mungkin itu adalah kata-kata yang sering Anda dengar sampai sekarang. Ya, cinta memang tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri. Perlu banyak hal lain, salah satunya adalah uang. Tapi bila uang sudah ada, maka apakah hal itu cukup untuk menghidupi Anda berdua dan menjamin bahwa perkawinan Anda akan langgeng?
Jawabnya, tidak juga. Keberadaan uang tidak menjamin bahwa sepasang suami istri akan bisa sejahtera. Anda boleh percaya boleh tidak, yang lebih menjamin kesejahteraan keuangan antara suami dan istri, salah satunya adalah: komunikasi.
Komunikasi yang baik antara suami dan istri sudah pasti merupakan hal yang sangat penting bagi terciptanya hubungan yang langgeng. Ada banyak topik komunikasi yang terjadi pada suami-istri. Tapi salah satu topik yang paling kritis antara suami dan istri adalah komunikasi dalam bidang keuangan.
Sangat penting bagi suami dan istri untuk membangun saling pengertian yang kuat dalam hal keuangan keluarga. Saya sering menghadapi klien yang ribut dan rusak hubungannya hanya karena masalah keuangan. Dan munculnya masalah keuangan itu, salah satunya karena tidak adanya komunikasi dan saling pengertian dalam hal keuangan antara suami dan istri.
Tidak mudah sebetulnya membangun komunikasi dan saling pengertian yang kuat dalam hal keuangan antara suami dan istri. Bahkan, komunikasi itupun harus Anda bangun terus menerus sepanjang umur perkawinan Anda. Namun demikian, bila Anda berdua sebagai suami istri memiliki komunikasi yang baik dalam bidang keuangan, maka Anda berdua akan memiliki hubungan perkawinan yang kuat dan langgeng. Paling tidak, perkawinan Anda tidak akan runtuh karena masalah keuangan.
Lalu, bagaimana cara membangun komunikasi tersebut?
1. Utarakan kepada suami/istri Anda apa pandangan Anda tentang uang, dan minta suami/istri Anda melakukan hal yang sama.
2. Utarakan juga apa tujuan-tujuan keuangan yang ingin Anda raih kelak, dan minta suami/istri Anda melakukan hal yang sama.
3. Setelah masing-masing mengetahui tujuan-tujuan keuangan pasangannya, buat prioritas tentang tujuan keuangan mana yang sebaiknya dicapai terlebih dahulu oleh Anda berdua.
4. Buat rencana bagaimana Anda berdua bisa sama-sama mencapai tujuan-tujuan keuangan tersebut. Yang jelas, rencana tersebut harus realistis dan bisa dijalankan bersama.
5. Tuliskan tindakan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing dari Anda berdua dalam menjalankan rencana tersebut. Misalnya, Anda akan melakukan ini, suami/istri Anda akan melakukan itu. Sehingga Anda berdua menjalankan rencana keuangan ter-sebut secara bersama.
6. Diskusikan bagaimana cara terbaik bagi Anda berdua dalam mengelola keuangan sehari-hari.
7. Tentukan siapa di antara Anda berdua yang akan membayar tagihan-tagihan dan biaya rutin setiap bulan.
8. Tentukan berapa jumlah pengeluaran yang bisa dilakukan oleh masing-masing dari Anda, tanpa harus bertanya terlebih dulu satu sama lain.
9. Tentukan investasi apa yang akan Anda berdua lakukan untuk jangka panjang.
10. Tentukan apakah Anda berdua akan menyatukan uang Anda dalam satu rekening, atau memisahkannya dalam rekening sendiri-sendiri.
11. Menabunglah bersama-sama untuk masa depan Anda berdua kelak ketika tidak lagi bekerja.
12. Sering-seringlah berdiskusi satu sama lain mengenai rencana yang sudah dijalankan. Evaluasi rencana tersebut paling tidak sekali setahun untuk melihat apakah Anda berdua masih memiliki tujuan keuangan yang sama, dan apakah ren-cana yang sudah dijalankan selama ini memang sudah menunjukkan kemajuan atau tidak dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
13. Buka terus keran komunikasi Anda berdua. Sisihkan waktu secara rutin untuk membicarakan dan mengkomunikasikan masalah keuangan Anda berdua.

Model Rumah Tangga

Siap untuk berumah tangga ?? Di bawah ini ada beberapa model rumah tangga yang akan dijelaskan, selanjutnya kita bisa menilai model rumah tangga apakah yang akan kita wujudkan..
1. Model rumah tangga gaya hotel . Hotel adalah tempat transit, bukan tempat tinggal tetap. Kalau kita melihat ada sebuah rumah tangga di mana suami pulang ke rumah hanya untuk numpang tidur, makan, sama buang air, maka sebenarnya model rumah tangga itu sudah bisa disebut model rumah tangga gaya hotel. Kalau model rumah tangga seperti itu, maka bersiaplah dengan kata "perceraian".
2. Model rumah tangga gaya rumah sakit . Apa yang ada di dalam rumah sakit ?? Di dalam rumah sakit ada yang namanya pasien ada yang namanya dokter. Model rumah tangga gaya rumah sakit adalah model rumah tangga yang didasarkan pada politik balas jasa. Masing-masing merasa berjasa, merasa lebih sehingga tidak akan ketemu, tidak ada sinergi. Suami merasa lebih berjasa kepada istrinya, istrinya pun merasa lebih berjasa kepada suaminya.
3. Model rumah tangga gaya pasar . Di pasar ada penjual dan pembeli. Si pembeli ingin membeli barang semurah mungkin, sebaliknya si penjual ingin menjual barang semahal mungkin. Si pembeli dan si penjual sama-sama mengatakan, "Pokoknya harganya sekian." Dua-duanya pakai kata pokok. Tidak ada kompromi sedikitpun. Begitu pula dalam rumah tangga, kalau suami mengatakan pokoknya dan istri mengatakan pokoknya, maka tidak ada lagi kesepakatan.
4. Model rumah tangga gaya kuburan . Bagaimana suasana kuburan ?? Suasana yang khas dari kuburan adalah sunyi, senyap, tenang, dan tidak ada suara. Itulah rumah tangga gaya kuburan. Suami istri hidup sudah puluhan tahun tidak pernah komunikasi, tidak pernah ada kata-kata. Suami dan istri saling tidak bertegur sapa. No communication. No words . Pernah sebuah kejadian di sebuah kota, ada sebuah keluarga tidak pernah mengadakan komunikasi antara suami dengan istri, akhirnya anak itu mengalami kesulitan berbicara, gagap dalam berbicara meskipun terlahir normal.
5. Model rumah tangga gaya sekolah . Kenapa dikatakan gaya sekolah ?? Model rumah tangga gaya sekolah ditandai dengan 3A. A yang pertama adalah Asah. A yang kedua adalah Asih. A yang ketiga adalah Asuh. Kalau kita sependapat dengan model rumah tangga gaya ini, maka mulai detik ini dan mulai saat ini kita harus berkomitmen dengan pasangan hidup kita. Kita harus bertekad dan berkomitmen untuk saling mengasah, mengasih, dan mengasuh. Kata saling di sini karena ada komunikasi dua arah, bukan satu arah, bukan suami terhadap istri atau istri terhadap suami, harus ada dua arah. Dalam suatu rumah tangga yang sudah komitmen, maka mereka mengawal komitmen itu bersama. Bukan hanya satu pihak, tapi dua pihak sekaligus. Siap dengan 3A tadi ?? Saling mengasah, saling menajamkan wawasan. Bisa jadi suami tidak memiliki wawasan yang luas, begitupula sang istri. Dengan adanya pertemuan suami istri, terjadilah pertukaran wawasan. Sharing knowledge, sharing experience , berbagi wawasan dan pengalaman. Saling mengasihi dan saling mengasuh. Saling memberikan asuhan saling memberikan asih, saling kasih sayang.
6. Model rumah tangga gaya masjid . Kenapa masjid ?? Masjid adalah sebuah gambaran model rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah yang menjadi dambaan dan harapan setiap keluarga. Ada empat ciri rumah tangga gaya masjid :
Ketulusan Ada imam ada makmum Loyalitas Keselamatan, ketenangan, dan kedamaian senantiasa mewarnai suasana dalam rumah tangga.
Kesimpulan yang bisa diambil adalah untuk menjadi keluarga yang unggul ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama , tentukan akhir yang diinginkan dalam kehidupan rumah tangga. Tentukan model rumah tangga yang tepat, gaya rumah tangga sekolah dan masjid. Kedua , tanamkan dalam pikiran kita dan pasangan kita komitmen untuk memulai. Tidak ada kata terlambat untuk memulai saat ini. "Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari yang terdahulu, maka dia termasuk orang-orang yang sukses"

Catatan Ku